Masalah perjudian sudah dikenal sepanjang sejarah ditengah-tengah masyarakat sejak zaman dahulu, perjudian juga merupakan salah satu permainan tertua di dunia, hampir setiap negara mengenalnya sebagai salah satu permainan untung-untungan. 

Judi versi online juga merupakan sebuah permasalahan sosial dikarenakan dampak yang ditimbulkan sangat negatif bagi kepentingan nasional teruama bagi generasi muda, karena menyebabkan para pemuda cenderung malas dalam bekerja.  Adapun dana yang mengalir dalam permainan ini cukup besar, sehingga dana yang semula dapat digunakan untuk pembangunan, malah mengalir untuk permainan judi.

Judi online juga bertentangan dengan agama, moral dan kesusilaan. Permainan judi juga dapat menimbulkan ketergantungan dan menimbulkan kerugian dari segi meteril dan inmateril tidak saja bagi para pemain tetapi juga keluarga mereka.

Judi adalah permainan dengan menggunakan taruhan atau uang tertentu sesuai dengan kesepakatan, baik itu dalam jumlah besar atau pun kecil. Bagi yang menang dapat mengambil uang atau barang temannya yang kalah tanpa ada rasa ibah dan kasihan. Karena itu penipuan dan pasti merugikan pihak lain. 

Judi online merupakan jalan pintas untuk meraih kekayaan dengan jalan yang tidak wajar, perbuatan ini paling disukai oleh orang yang malas bekerja yang hidupnya penuh lamunan dan angan- angan kosong. 

Selain itu berjudi dapat membuat candu para pelakunya, sekali mereka merasakan keuntungan yang didapatkan sampai kemenangan yang berikutnya, padahal tak jangrang orang yang berjudi mengalami kerugian dan akhirnya bangkrut.

Rumah tangga yang mulanya harmonis dan tentram dapat rusak dan hancur akibat berjudi dan para suami yang suka judi online akan menghabiskan uangnya untuk berjudi.

Bahkan kadang-kadang jika terdesak mereka akan menjual perabotan rumah tangganya demi untuk memuaskan nafsu bejadnya dan biasanya mereka keasikan dan kecanduan hinggah akhirnya melupakan anak dan istri.

Hukum Untuk Penjudi

Tazir merupakan hukuman untuk penjudi, dalam hukum Islam adalah hukuman atas tindak pidana judi online yang hukumnya belum ditentukan oleh syara’ tetapi sepenuhnya ditentukan oleh hakim (Ulil Amri). Yang dimaksud dengan ta’zir ialah ta’dib, yaitu memberi pendidikan (pendisiplinan).

Meskipun tidak dimainkan secara langsung atau secara berhadapan-hadapan, namun ketetapan hukumnya disamakan dengan hukum perjudian yang umumnya sudah ditetapkan dalam hukum Islam. Sebab, bentuk perjudian online pada intinya sama saja dengan perjudian yang sejak dahulu sudah dimainkan oleh orang-orang pada zaman jahiliyyah yang menyebabkan kebencian serta peperangan dikalangan penjudi tersebut.

Sanksi maysir (judi) dalam hukum Islam disetarkan dengan sanksi khamr (alkohol) sanksinya berupa 40 kali cambukan, Bahkan ada yang berpendapat sampai 80 kali cambukan, hal ini karena maysir, khamar dan barang-barang judi online memabukan yang lain merupakan racun yang mematikan, dengan demikian Islam mengharamkan maysir dan khamar ini.

Agar perjudian melalui sarana teknologi informasi di masa yang akan datang dapat ditanggulangi dengan baik maka dalam hal ini disarankan Bagi aparat penegak hukum agar lebih meningkatkan kinerjanya serta harus bertindak tegas dalam rangka menanggulangi perjudian online tersebut.

Bagi para mahasiswa yang saat ini sedang menjalani kuliah secara umum, maupun bagi mahasiswa pencinta judi online secara khusus sebaiknya, mulai membatasi diri agar tidak mengalami kecanduan, sehingga tidak menghambat perkuliahan serta menghambur-hamburkan uang.

Banyak keburukan yang diperoleh dalam bermain judi online. Dengan menjalankan saran diatas, keburukan judi secara online semoga bisa hilang.

Baca juga: Dampak Negatif Togel Online bagi Masyarakat Miskin