Pelayaran kapal menjadi salah alat transportasi popule di dunia sejak ratusan tahun lalu. Apalagi kapal mempermudah pendistribusi barang jarak jauh seperti lintas negara dan benua. Kapal juga dijadikan sarana hiburan yakni kapal pesiar. Oleh karena itu sangat penting mengetahui jenis-jenis kapal laut yang berlayar di wilayah perairan dunia.

Klasifikasi kapal laut sangat beragam dan dikelompokkan berdasarkan fungsi masing-masing. Misalnya kapal penumpang, kapal muatan, kapal perang, kapal ro-ro, kapal kargo, kapal pesiar, dan lainnya. Simak ulasan berikut ini ya.

Jenis-Jenis Kapal Yang Berlayar di Dunia

Meninggal Saat Berlayar dengan Kapal Asing, Jasad ABK Indonesia Dibuang ke  Laut Lepas
(www.harianhaluan.com)

Faktanya terdapat jenis-jenis kapal laut yang berlayar diperairan dunia. Sebelum berlayar masing-masing jenis kapal dibawah ini akan menyiapkan peralatan dan perlengkapan kapal. Berikut ini penjabarannya yang diambil dari berbagai sumber.

1. Kapal Tanker

Kapal tanker memiliki desain khusus agar dapat mengangkut minyak dan produk turunannya. Jenis kapal ini terbagi lagi sesuai material yang diangkut, yakni tanker kimia, tanker perminyakam, dan tanker LNG.

Jenis kapal tanker yang terbesar didunia adalah super tanker, diperuntukkan bagi pengangkutan minyak wilayah laut Timur Tengah dan Afrika. Contohnya super tanker Knock Nevis.

2. Kapal Barang (Cargo Ship)

Kapal barang digunakan untuk membawa dan mengirimkan barang dari pelabuhan satu ke pelabuhan lain. Jumlah cargo ship sangat mendominasi dan telah menyusuri banyak lautan di dunia.

Setiap tahun ada berbagai jenis barang impor ekspor diperuntukkan bagi perdagangan internasional. Kapal barang sengaja didesain khusus agar dapat mengangkat barang. Selain itu, memiliki crane untuk bongkar muat lebih mudah.

3. Kapal Kontainer

Kapal kontainer merupakan kapal besar yang diperuntukkan khusus melakukan pengangkutan peti kemas. Kapal kontainer memiliki rongga (cells) menjadi tempat penyimpanan peti kemas.

Adapun ukuran peti kemas yang biasa digunakan yaitu 20 kaki dan 40 kaki. Kapasitas muatan peti kemas diukur menggunakan satuan metrik ton. Setelah kapal kontainer sampai ke pelabuhan tujuan akan diangkat menggunakan derek khusus atau kran.

Baca juga : 10 Kuliner Paling Populer Di Sulawesi Tengah, Bikin Ngiler!

4. Kapal Pesiar

Kapal penumpang yang tujuan berlayar untuk pelayaran pesiar penumpang. Suasana kapal pesiar biasanya dibuat elegan, santai, dan terdapat berbagai fasilitas terbaik. Contohnya fasilitas penginapan dan perlengkapan dari hotel berbintang.

Kapal pesiar berbeda dengan jenis kapal samudra dengan rute pelayaran di laut terbuka. Ukuran kapal pesiar lebih kecil, rendah, dan sarat air. Rute pelayaran kapal pesiar juga melalui perairan sungai.

5. Kapal Bulk Carrier, Kargo Curah, atau Bulker

Kapal perdagangan yang digunakan untuk angkutan kargo curah (unpackaged). Misalnya berupa batu bara, semen, pasir, dan biji-bijian dalam jumlah besar.

6. Kapal Ferry Ro-Ro (roll-on/roll-off)

Kapal yang dapat memuat kendaraan bermotor seperti mobil dan motor. Umumnya kapal ferry ro-ro dilengkapi dengan pintu rampa yang dapat terhubung ke dermaga apung ketika berlabuh atau memiliki moveable bridge. Kapal ferry roro biasanya digunakan untuk menjangkau rute antar pulau yang jaraknya dekat.

7. Kapal Tongkang (Barge)

Kapal tongkang menjadi salah satu transportasi yang mengarungi sungai dan digunakan untuk mengangkut muatan. Biasanya tongkang mengangkut batu bara, kayu, pasir, kerikil, dan sampah.

Kapal tongkang ditarik menggunakan kapal tunda dan didorong dengan kapal tow boats. Contoh kapal tongkang yang banyak digunakan adalah Hopper Tongkang.

8. Kapal Angkat Berat (Semi-Submersible)

Jenis kapal yang dirancang khusus untuk mengirim beban atau alat berukuran besar. Dapat digolongkan sebagai tipe semi-submersible. Umumnya dibekali dengan alat bongkar pasang muatan di pelabuhan.

9. Kapal Tunda (Tug Boat)

Kapal tunda dipakai untuk melakukan manuver atau menggerakkan kapal lain. Biasanya kapal lain yang didorong atau ditarik menuju ke pelabuhan, terusan, dan laut lepas. Kapal tunda memiliki tenaga besar sehingga dapat menarik kapal lain.

10. Kapal Floating Production, Storage, and Off-loading (FPSO)

Kapal floating production, storage, and off-loading dilengkapi fasilitas terapung. Umumnya dioperasikan untuk menjangkau gas bumi dan ladang minyak yang berada di lepas pantai. Dimana kapal jenis ini akan melakukan produksi, penyimpanan, dan penurunan dengan kapal tanker.

11. Kapal Pasokan Platform (Platform Supply Vessel – PSV)

Jenis kapal yang didesain khusus agar memasok platform minyak di wilayah lepas pantai. Panjang kapal tersebut sekitar 65-350 meter dengan fungsi utamanya menjadi transportasi pengangkutan barang dan personil dari dan menuju platform lepas pantai.

12. Kapal Pengebor (Drillship)

Kapal pengebor mempunyai apung seperti kapal konvensional. Berfungsi untuk melakukan pengeboran dan penyelesaian dalam sumur minyak di lepas pantai alias pengeboran eksplorasi. Kapal menjadi platform paling menunjang pelaksanaan pekerjaan sampai dengan penyelesaian. Misalnya, pemasangan casing, tubing, dan instalasi bawah laut.

13. Kapal Derek (Floating Crane)

Kapal derek adalah kapal khusus digunakan untuk pengangkatan beban berat. Biasanya kapal derek dimanfaatkan pada pengiriman alat berat konstruksi lepas pantai. Jenis floating crane ini berbeda dengan sheerleg karena dapat berputar.

14. Kapal Layar (Sailing Ship)

Kapal layar adalah jenis kapal yang memiliki layar dan memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya. Konstruksi kapal layar terbuat dari kayu kokoh, termasuk pada tulang pungung pelayaran.

15. Kapal Keruk (Dreger)

Kapal keruk digunakan untuk menggali sedimen dasar dari perairan laut dangkal atau perairan tawar. Tujuannya agar memperoleh bahan untuk reklamasi.

16. Kapal Perang (War Ship)

Biasanya kapal perang dimiliki setiap negara yang dioperasikan dalam rangka kepentingan militer dan angkatan bersenjata. Ada beberapa jenis kapal perang yaitu kapal induk, kapal patroli, kapal selam, kapal kombatan, dan kapal angkut.