Apa Itu SLF Bangunan dan Mengapa Perannya Penting?

Apakah Anda tahu apa itu SLF bangunan? Jika saat ini Anda sedang berencana membeli rumah, apartemen atau hunian vertikal lainnya, maka Anda harus mengetahuinya. Berikut ini penjabaran dari mengapa SLF bangunan penting.

Landasan Hukum Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Singkatan dari SLF adalah Sertifikat Laik Fungsi. Sertifikat Laik Fungsi bangunan dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat, kecuali bangunan gedung yang khusus dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Pengertian tersebut tertuang di Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia No. 27/PRT/M/2018. Jadi, secara singkat apa itu SLF bangunan dapat diartikan surat yang menyatakan suatu bangunan sudah memenuhi syarat administratif dan teknis bangunan. Sehingga bangunan tersebut layak untuk digunakan atau layak huni.

Pemerintah Daerah tidak akan asal saja saat mengeluarkan sertifikat tersebut, perlu pengecekan dan pengawasan dari pihak yang berwenang untuk menyatakan apakah pengembang atau developer hunian yang akan Anda beli layak untuk mendapatkan sertifikat.

Penerbitan SLF sendiri membutuhkan rekomendasi dari beberapa kepala dinas dan badan pemerintah, antara lain Dinas Tenaga Kerja, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dan juga Perusahaan Listrik Negara.

Apa itu SLF bangunan?Sebuah sertifikat yang bisa menginformasikan klasifikasi sebuah bangunan. Untuk pengembang gedung yang memiliki SLF bangunan dengan klasifikasi A, dapat membangun bangunan non rumah tinggal dengan jumlah lantai lebih dari 8 lantai.

Sedangkan di bawah 8 lantai, masuk ke klasifikasi B. Begitu juga untuk pengembang rumah tinggal, klasifikasi C untuk pengembangan rumah tinggal ukuran 100m2 ke atas dan klasifikasi D untuk di bawah 100m2. 

SLF: Proteksi dan Kenyamanan dalam Pemanfaatan Bangunan

Apa Itu SLF

Pertanyaan apa itu SLF bangunan sudah terjawab dengan penjabaran sederhana di atas. Maka Anda sudah menyadari pentingnya sertifikat tersebut dimiliki sebelum bangunan dimanfaatkan atau digunakan.

SLF bangunan memberikan perlindungan hukum yang pasti, sehingga jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan atas bangunan tersebut. Prosedurnya pun dapat diurus secara legal, karena memiliki payung hukum. Contohnya saja, SLF bangunan pada sebuah hotel. Ketika Anda temukan sertifikat tersebut dipasang di dinding lobby hotel, maka secara otomatis dapat meningkatkan kenyamanan penghuni hotel tersebut.

Baca juga: Hunian yang Asri Menjadi Pilihan Utama

Bukti Sebuah Bangunan Taat Secara Administratif

Di sisi lain, sertifikat tersebut bisa menjadi bukti bahwa bangunan tersebut tertib aturan dan administratif. Masa berlaku SLF tergantung dari jenis bangunan yang diajukan, untuk bangunan non-rumah tinggal berlaku selama 5 tahun dan untuk rumah tinggal 10 tahun. Sertifikat tersebut harus diperpanjang, apabila masa berlakunya habis.

Sertifikat tersebut juga mengatur fungsi, fasilitas dan utilitas bangunan. Maka daripada itu seorang pengembang harus dapat memperhitungkan pendirian sebuah bangunan secara matang dan anda bisa juga memakai jasa pengurusan slf di internet melengkapi beberapa fasilitas dan utilitas yang menjadi syarat untuk mendapatkan SLF.   Syarat itu antara lain, instalasi listrik, saluran air, system pencahayaan dan juga pembuangan limbah.

Sedangkan untuk pengembang bangunan gedung di atas 8 lantai dan/atau 5,000 m2. Mereka wajib menyerahkan bukti kesanggupan untuk menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum fasos) dari pengembang ke Pemerintah Kota.

Tanpa adanya SLF bangunan, pengembang tidak dapat menerbitkan AJB (Akta Jual Beli). Sementara AJB adalah akta otentik yang menunjukkan proses pemindahan tanah dan bangunan berdasarkan jual-beli.  

Sertifikat yang menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung atau hunian tempat tinggal sebagai syarat untuk bisa dimanfaatkan atau ditempati, pengertian apa itu SLF bangunan.

Suatu kondisi yang menyatakan bahwa suatu gedung atau bangunan telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan secara peraturan dan undang-undang. Bisa diasumsikan bangunan yang tidak memiliki SLF bisa dianggap ilegal penggunaannya.