Info

5 Kendala Implementasi Pembelajaran Daring

Wabah Virus Corona faktanya memaksa kita semua untuk memulai adaptasi baru yang sesuai dengan prosedur kesehatan Covid19, termasuk adaptasi kegiatan belajar di sekolah. Untuk menekan penyebaran Virus Corona sekaligus sebagai bagian upaya pencegahan Virus Corona, pemerintah kita telah menetapkan kebijakan baru terkait dengan kegiatan belajar formal. Pemerintah melalui kementerian pendidikan merekomendasikan seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyelenggarakan metode pembelajaran daring. Kebijakan ini juga tampaknya berlaku untuk kegiatan belajar non-formal seperti kegiatan belajar di berbagai lembaga bimbingan belajar dan les private dan sejenisnya. 

Namun ada juga beberapa sekolah yang kini sudah mulai menerapkan New Normal. Misal satu pekan belajar daring, pekan berikutnya belajar di sekolah, dan begitu seterusnya. Nah, para siswa yang belajar secara daring di rumah, umumnya mengalami 5 kendala. Apa saja 5 kendala implementasi pembelajaran daring? Berikut informasinya untuk Anda. 

Kendala Implementasi Pembelajaran Daring

Tidak Semua Siswa Memiliki Smartphone

Rasa-rasanya kendala implementasi pembelajaran daring yang satu ini adalah kendala yang paling sering dijumpai. Dan rupanya benar adanya. Ada banyak siswa yang mengeluh tidak bisa mengikuti kegiatan belajar secara daring karena tidak memiliki Smartphone sebagai fasilitas wajib untuk metode pembelajaran online. 

Para siswa yang tidak memiliki Smartphone ini biasanya adalah mereka yang berada di daerah, bukan di kota-kota besar. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama mengapa siswa tidak memiliki Smartphone sebagai fasilitas penunjang pembelajaran daring. Secara ekonomi, para siswa mengaku bahwa orang tua mereka tidak mampu membeli Smartphone untuk mereka. Untuk memenuhi kebutuhan perut saja seringnya masih sangat sulit. 

Bukan Ponsel Smartphone

Kendala pembelajaran daring lainnya yaitu siswa hanya memiliki ponsel biasa, alias bukan ponsel Android atau iOS. Padahal, untuk dapat mengakses segala jenis pembelajaran secara daring, diperlukan Smartphone atau jenis gadget lainnya yang dapat support berbagai aplikasi berbasis jaringan. Kita semua tahu bahwa belajar online sekarang ini dapat diselenggarakan berkat dukungan beberapa jenis aplikasi, seperti Zoom, Google Meet, E-Learning, dan bahkan aplikasi chat seperti Whatsapp. 

Terbatasnya Kuota

Jikalaupun memiliki fasilitas yang mumpuni seperti Smartphone bersistem operasi Android atau iOS, kuota menjadi kendala berikutnya pada sistem pembelajaran daring. Pembelajaran daring bisa saja berlangsung setiap hari, dan kuota yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Siswa harus siap dengan kuota dalam jumlah besar agar kegiatan belajar online yang mereka ikuti tetap berjalan dengan lancar. 

Nah, ngomongin soal kuota, tidak hanya siswa saja yang kerap mengeluh akan hal ini, melainkan juga para orang tua siswa karena mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli kuota. Terlebih untuk mereka dari kalangan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Tentunya akan menjadi permasalahan tersendiri yang wajib menjadi perhatian pemerintah. 

Koneksi Internet Tidak Stabil

Koneksi internet yang tidak stabil juga menjadi kendala yang berikutnya. Terlebih di daerah-daerah yang masih jauh dari jangkauan tower provider jaringan. Kualitas jaringan internet pastinya akan buruk dan kondisi akan sangat mengganggu kegiatan belajar dan konsentrasi belajar berbasis daring. 

Ada banyak siswa di daerah-daerah yang kemudian mencari tempat dengan kualitas jaringan internet yang baik. Tak jarang banyak di antara mereka harus naik bukit hanya untuk mendapatkan jaringan internet yang lebih stabil. 

Related Post

Baca juga: Apa Itu Doomscrolling ?

Aliran Listrik yang Kerap Putus

Nah, kendala yang satu ini sering terjadi di daerah-daerah yang sering terjadi pemadaman listrik. Ketika terjadi pemadaman listrik, jaringan internet juga akan secara otomatis hilang. Kita bisa bayangkan ketika kegiatan belajar online sedang berlangsung lalu tiba-tiba listrik di rumah padam dan secara otomatis koneksi internet hilang. Tentu saja kondisi ini sangat mengganggu. Kegiatan belajar online pun tidak bisa terlaksana. 

Banyak Gangguan

Mungkin pada awal pelaksanaan pembelajaran daring, semua lancar saja. Namun seiring berjalannya kegiatan belajar online ini, banyak siswa yang mulai mengeluh akan proses pembelajaran yang diklaim kurang efektif dan mulai muncul banyak kesulitan. Alhasil, kualitas pembelajaran menurun. 

Nah, kondisi dapat terjadi karena ada faktor adanya kebebasan yang diberikan kepada siswa selama mengikuti kegiatan belajar online di rumah. Dampaknya, efektivitas belajar pun juga akan menurun. Namun banyak yang berpendapat bahwa pembelajaran daring mampu meningkatkan efektivitas belajar. 

Banyak siswa yang kemudian lebih memilih untuk mengikuti kegiatan belajar tatap muka seperti biasanya karena dinilai jauh lebih efektif dan penuh dengan kedisiplinan. Mereka juga berpendapat bahwa belajar di rumah cenderung lebih banyak mengalami gangguan yang membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif. Siswa pun akan mudah terganggu oleh gangguan-gangguan ini. suasana belajar yang tidak kondusif akan lebih mudah membuat pikiran tidak fokus alias kurang bisa berkonsentrasi. Ketika kondisi ini terjadi, kemampuan otak untuk memahami informasi pada suatu materi pun akan berkurang. 

Tapi kan belajar di rumah jauh lebih santai dan homey? Benar sekali. Suasana rumah yang sangat homey ini memang dapat menciptakan suasana rileks atau santai baik untuk tubuh kita maupun otak kita. Akan tetapi, jika terus berlangsung, akan membuat siswa terlena dengan rasa nyaman yang selama ini dirasakan ketika berada di rumah. Tentu saja hal ini cukup memacu siswa untuk cenderung menjadi malas. Terlebih kegiatan belajar dengan basis online ini tidak harus selalu face-to-face di dunia virtual. Guru dapat memberi toleransi kepada para siswa untuk tidak menggunakan fitur kamera atau audio selama penyampaian materi berlangsung. Nah, seringnya celah ini dimanfaatkan oleh siswa untuk tidak menyimak pelajaran secara penuh. 

Berbeda dengan ketika siswa mengikuti kegiatan belajar secara langsung di kelas. Seperti ada tuntutan dan tanggung jawab untuk menyimak materi pelajaran yang disampaikan oleh guru di kelas. Setidaknya metode penyampaian materi pelajaran semacam ini dapat meningkatkan daya serap informasi pada suatu mata pelajaran. 

Tugas Terlalu Banyak

Kendala pembelajaran daring yang terakhir adalah beban tugas yang sangat banyak. Tentu saja beban tugas yang terlalu banyak ini membuat sebagian besar siswa mengeluh. Tugas sekolah yang dibebankan kepada siswa dinilai terlalu banyak dan tidak manusiawi. Hal ini tentu saja membuat para siswa menjadi kurang fokus saat sedang mengikuti kegiatan belajar secara online akibat lelah fisik dan pikiran pasca mengerjakan PR dan tugas sekolah.  

Jenuh

Siswa yang mengikuti kegiatan belajar secara online juga lebih mudah jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang harus bertatap muka dengan laptop atau Smartphone. Berbeda kondisinya ketika aktif belajar di sekolah di mana siswa dapat keep in touch dan terus berinteraksi dengan teman-teman di kelas. Daya saing di kelas juga akan lebih terasa sehingga mampu memacu siswa untuk terus dapat meningkatkan prestasi akademiknya, misal dengan mengikuti les private terbaik di kotanya, seperti les private Jakarta

Lodys Aura

Share
Published by
Lodys Aura

Recent Posts

Mengenal Tari Kecak Lewat Sejarah dan Fakta-Fakta Uniknya

Berbicara tentang Bali, maka harus sepaket dengan tari kecak di dalamnya. Siapa yang tidak tahu…

2 minggu ago

Instalasi Listrik Dengan Wago Pluggable Connector Vs Konvensional, Mana Yang Lebih Baik?

Instalasi listrik menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam sebuah proyek infrastruktur seperti bangunan…

2 bulan ago

Kenali Kepribadian Seseorang

Siapa saya? ini adalah pertanyaan penting bagi setiap individu. Jika seseorang meluangkan waktu untuk menggali…

2 bulan ago

Waspada Terhadap Agen Perjalanan Palsu

Agen Perjalanan Palsu - Kegembiaraan Anda saat menikmati liburan dapat terganngu karena ulah agen perjalanan…

4 bulan ago

emain Terbaik Liga Champions Musim 2020-2021, Siapa Dia?

Pemain Terbaik Liga Champions tentunya terdiri dari deretan nama-nama yang terkenal dengan kemampuannya yang menonjol.…

4 bulan ago

Peluang Bisnis Online di Masa Pandemi, Mudah dan Menguntungkan

Peluang Bisnis Online - Pandemi Corona atau COVID-19 tidak selalu menjadi ancaman bagi para ibu…

4 bulan ago