Categories: InfoKonseling

Kenali Kepribadian Seseorang

Siapa saya? ini adalah pertanyaan penting bagi setiap individu. Jika seseorang meluangkan waktu untuk menggali jauh ke dalam kedalaman pribadi mereka, mereka akan menemukan bahwa mereka unik.

Ketika kita melihat diri kita sebagai pribadi yang unik, kita dapat memahami dan menerima kecenderungan pribadi kita dan memahami apa yang diperlukan untuk berkembang secara optimal. Selain itu, citra diri dapat menimbulkan pemahaman individu lain yang juga unik, sehingga kita dapat lebih tenang menghadapi perbedaan individu: tidak bingung, ragu-ragu, jengkel, marah, dll. Karena pola kepribadian orang lain tidak sesuai dengan yang kita memiliki.

Secara umum, meskipun setiap orang unik, ada pola yang sama dalam beberapa hal. Dalam psikologi Konseling Online, upaya untuk mendeskripsikan kepribadian dilengkapi dengan deskripsi menurut tipe kepribadian dengan kekuatan dan batasannya masing-masing.

Deskripsi tipe kepribadian populer adalah pembagian menjadi tipe introvert dan ekstrovert oleh Carl Gustaf Jung. Berikut ini adalah deskripsi tipe kepribadian Myers-Briggs yang ia eksplorasi selama beberapa dekade berdasarkan teori introvert-ekstrovert Jung.

Konsep Myers-Briggs sangat populer di Amerika untuk identifikasi kepribadian untuk tujuan pekerjaan (menempatkan orang pada posisi yang sesuai dengan kepribadiannya), konseling, bahkan pengembangan spiritual.

16 tipe kepribadian

16 Tipe Kepribadian

Menurut teori Jung, Isabel Myers-Briggs menemukan bahwa dua tipe kepribadian berorientasi dunia (introvert dan ekstrovert) dapat dibedakan lebih lanjut berdasarkan tiga kecenderungan lebih lanjut:

  • Saat menyerap informasi: melalui indera (sensing) atau intuisi (intuitif)
  • Membuat keputusan: melalui pikiran (thinking) atau perasaan (feeling)
  • Menanggapi dunia luar: menilai atau memahami.

Secara keseluruhan, kepribadian menurut Myers-Briggs terdiri dari 16 pola, yang didasarkan pada variasi introvert-feel-think-judge.

  1. ISTJ: Introvert – Memahami – Berpikir – Menilai
  2. ISFJ: Introvert – Merasa – Merasa – Hakim
  3. ISTP: Introvert – Perceive – Think – Perceive
  4. ISFP: Introvert – Perceive – Feel – Perceive
  5. INTJ: Introvert – Intuitif _ Berpikir – Menilai
  6. INFJ: Introvert – Intuitif – Merasa – Menilai
  7. INFP: Introvert – Intuitif – Perasaan – Persepsi
  8. INTP: Introvert – Intuitif – Berpikir – Memahami
  9. ESTJ: Introvert – Intuitif – Berpikir – Menilai
  10. ESFJ: Ekstrovert – Persepsi – Perasaan – Menilai
  11. ESTP: Ekstrovert – Rasakan – Pikirkan – Persepsi
  12. ESFP: Ekstrovert – Merasa – Merasa – Merasakan
  13. ENTJ: Ekstrovert – Intuitif – Thinker – Judging
  14. ENFJ: Ekstrovert – Intuitif – Perasaan – Menilai
  15. ENFP: Ekstrovert – Intuitif – Rasakan – Persepsi
  16. ENTP: Ekstrovert – Intuitif – Berpikir – Memahami

Deskripsi Orientasi

Sebelum mempelajari masing-masing gaya kepribadian, sebaiknya pahami dulu uraian delapan istilah yang digunakan, dijelaskan oleh Charles J. Keating.

Introvert Vs Ekstrovert

Ekstrovert: Dalam hubungan dengan orang lain, Anda menampilkan diri apa adanya. Sering disebut sebagai pribadi yang terbuka. Jika mereka antena, bertindak seperti antena. Jika Anda seorang pemikir, Anda bertindak sebagai seorang pemikir. Dari bertemu dan berbicara dengannya, Anda tahu dengan siapa Anda berhadapan.

Related Post

Introvert (introvert): Ekspresikan diri Anda secara bertahap. Awalnya, ia menyembunyikan sifat-sifat penting dalam dirinya, yang terjadi secara kebetulan. Ia baru mengungkapkan kualitasnya setelah menjalin hubungan yang cukup dalam. Sering disebut sebagai pribadi yang tertutup.

Sensing Vs Intuitive

Sensing: Memiliki kepekaan indera, mengenali lingkungan dengan segera, jauh sebelum orang lain dapat merasakannya. Cepat mengenali ruangan yang dimasuki, memperhatikan detail kontrak atau korespondensi, menyukai hubungan yang dipertimbangkan dengan baik dan birokratis. Termasuk pola manusia yang cermat.

Intuitif: Lebih memperhatikan masa depan daripada saat ini. Tidak nyaman dengan kehadirannya di masa sekarang. Fokus pada kemungkinan dan konsekuensi dari apa yang terjadi sekarang. Para perencana yang bermimpi bahwa segala sesuatunya akan berubah menjadi lebih baik cenderung melihat segala sesuatunya secara global.

Feeling Vs Thinking

Feeling: Membuat informasi dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan perasaan pribadi dan orang lain. Ketika Anda berkuasa, itu cenderung tidak adil. Keputusan dibuat berdasarkan perasaan pribadi dan orang-orang yang hadir. Pendapat orang-orang yang tidak hadir mendapat perhatian yang terlalu sedikit karena mereka ingin menjaga perasaan orang-orang yang hadir. Keputusan biasanya tidak objektif, bahkan jika itu tidak dimaksudkan. Menilai secara logis dengan kepekaan tertentu, tetapi emosi mendominasi proses pengambilan keputusan.

Thinking: Menggunakan informasi yang diperoleh melalui intuisi atau panca indera untuk membuat keputusan berdasarkan hukum logis (rasional). Umumnya kurang peka terhadap dampak keputusan terhadap perasaan orang lain. Memiliki kemampuan untuk memprediksi masalah yang muncul, terutama pemikir intuitif.

Perceiving Vs Judging

Pengamat (perceiving): Sangat menikmati hidup, tidak terlalu peduli dengan ketertiban dan waktu. Puas dengan apa yang terjadi, suka menerima informasi dengan kelima indera jika itu adalah tipe persepsi, atau melalui implikasi (kemungkinan datang) jika intuitif. Salah satu cobaan ini menjadi favoritnya. Jangan merasa berkewajiban untuk membuat keputusan tentang apa yang mereka ketahui, tetapi itu tidak berarti Anda menyukai ambiguitas. Mereka hanya puas dengan kehidupan ini dan tidak membutuhkan kontrol apa pun.

Penilai (judging): Memiliki kebutuhan yang kuat untuk kontrol. Mereka ingin tahu apa yang harus dilakukan dan kapan. Tidak puas jika tidak tahu rencananya, seperti jadwal dan aturan. Apa yang terjadi tiba-tiba bisa membuat mereka kesal. Ini membutuhkan perencanaan yang tegas, tetapi tidak harus diimplementasikan. Evaluator yang sensitif membuat keputusan yang mencerminkan perasaan orang lain atau perasaan mereka sendiri. Pemikir penilai membuat keputusan berdasarkan logika dan nalar. Suka ketika semuanya ada di tempatnya. / Dy

Baca Juga: Bagaimana Menjadi Seorang Pengacara Handal

Lodys Aura

Share
Published by
Lodys Aura

Recent Posts

Mengenal Tari Kecak Lewat Sejarah dan Fakta-Fakta Uniknya

Berbicara tentang Bali, maka harus sepaket dengan tari kecak di dalamnya. Siapa yang tidak tahu…

2 minggu ago

Instalasi Listrik Dengan Wago Pluggable Connector Vs Konvensional, Mana Yang Lebih Baik?

Instalasi listrik menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam sebuah proyek infrastruktur seperti bangunan…

2 bulan ago

Waspada Terhadap Agen Perjalanan Palsu

Agen Perjalanan Palsu - Kegembiaraan Anda saat menikmati liburan dapat terganngu karena ulah agen perjalanan…

4 bulan ago

emain Terbaik Liga Champions Musim 2020-2021, Siapa Dia?

Pemain Terbaik Liga Champions tentunya terdiri dari deretan nama-nama yang terkenal dengan kemampuannya yang menonjol.…

4 bulan ago

Peluang Bisnis Online di Masa Pandemi, Mudah dan Menguntungkan

Peluang Bisnis Online - Pandemi Corona atau COVID-19 tidak selalu menjadi ancaman bagi para ibu…

4 bulan ago

Apakah Prioritas Vaksin COVID-19 Layak Untuk Narapidana Korupsi?

Prioritas Vaksin - Bulan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Kesehatan memvaksinasi 39 dari…

5 bulan ago