Polisi Bekuk 3 Pelaku Judi Online Di Wilayah Kota Ambon

Polisi Bekuk 3 Pelaku Judi Online Di Wilayah Kota Ambon

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku menangkap tiga oknum terduga pelaku judi online berinisial ZD alias Said (52 tahun), ZK alias zakaria (46), serta FW alias firman (28).

“Tiga terduga pelaku ini ditahan pada waktu dan tempat berbeda di Kota Ambon setelah Kapolda Irjen Baharudin Djafar menerima laporan dari masyarakat, selanjutnya memerintahkan kami untuk melakukan penyelidikan,” kata Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Sih Harno di Kota Ambon, Rabu (15/7).

Judi online ini bebas dibuka siapa saja, termasuk anak sekolah sehingga membuat keresahan orang tua mereka, makanya Ditreskrimum melakukan penyelidikan, selanjutnya meneruskannya ke Polres jajaran untuk memberantasnya.

www.8999slot.com/

Dalam penjelasannya, Kombes Sih Harno yang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat mengakui kalau para pelaku diamankan beserta sejumlah uang dan barang bukti lainnya ketika sedang melakukan rekapitulasi terhadap judi online.

Menurut dia, barang bukti yang disita dari tangan tiga tersangka ini berupa uang tunai Rp 931 ribu, dua unit telepon genggam, dua buah kartu anjungan tunai mandiri, serta sebuah buku tabungan.

Untuk tersangka Said diamankan polisi di sebuah rumah kopi di kawasan pasar lama Kota Ambon pada Sabtu, (11/7),Zakaria diamankan pada Ahad (12/7) di dekat Kantor BNI 46 Cabang Ambon, dan Firman terciduk di kawasan Jalan Melati Ambon.

“Modus yang digunakan para pelaku dalam menjalankan perjudian ini adalah mendaftarkan diri pada salah satu akun judi online atau memasang aplikasinya kemudian mendeposito uang melalui rekening, selanjutnya melakukan transferan dana ke alamat kantor rekening judi,” ujar Sih.

Selanjutnya para pelaku akan melakukan rekapan nomor-nomor yang dipasang warga. Status para pelaku ini adalah subagen sehingga mereka mendapatkan keuntungan 20 persen, baik nomornya dipasang atau pun tidak oleh warga.

“Polisi bisa mendapatkan sejumlah bukti dari tangan para pelaku karena pemasangan angka togelnya secara online, sedangkan penyetoran uang pemasang secara manual kepada mereka,” kata Sih.

Kombes M Roem Ohoirat mengakui, terungkapnya kasus judi online ini melalui kegiatan Kapolda Maluku Irjen Baharudin Djafar saat melakukan kegiatan ‘Bakumpul Bacarita Kamtibmas’ dengan warga.

Para pelaku dijerat melanggar Pasal 303 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHPidana dan ancaman hukuman maksimalnya adalah 10 tahun penjara.

Sumber: Republika.co.id

Gara Gara Aplikasi Dice Roller, Febri Ditangkap Polisi di Warung

Gara Gara Aplikasi Dice Roller, Febri Ditangkap Polisi di Warung

Polisi Cologne Progo telah menangkap empat penjudi dadu pria yang mengklaim bahwa mengunduh aplikasi perjudian di smartphone itu menyenangkan. Kamis (12/3/2020) 00.30 WIB.

Pelaksana Tugas Wakil Kapolres Kulon Progo Kompol Sudarmawan mengatakan, perjudian dadu kali ini tidak manual seperti dulu, melainkan dengan bantuan teknologi aplikasi yang lebih canggih.

“Memang tidak manual seperti dulu, harus dinaikkan dan diturunkan, tapi sekarang sudah ada aplikasi di ponsel bernama Dice Roller,” Sudarmawan merilis kasus tersebut ke Polsek Cologne Progo, Rabu (25/3/2020).

pkv games

Sudarmawan menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari warga bahwa ada kasus perjudian di TKP. Pukul 00.30 petugas mendatangi warung makan milik Agas Setyawan (33). Di sana keempat terdakwa berkumpul di Perjudian Dadu.

Febri Setiadi, 23 tahun, bertindak sebagai pedagang, sementara yang lain – Augustinus Pitayo (42), Widodo (42) dan Agas Setiawan – mempertaruhkan kemunculan burung beo yang muncul di telepon genggam. Itu hanya kesempatan, ”jelasnya.

Saat ditangkap, pihaknya menyita smartphone Samsung J50 berwarna perak yang berisi aplikasi Dice Roller, dua alas, enam kartu remi, dan total $ 696.000.

Fabri Setiadi yang mengaku sebagai pengusaha, mulai berjudi dengan ketiga sepupunya hanya saat mengunduh aplikasi Dice di Play Store. Dia bilang dia hanya berjudi dua kali.

“Dari patroli, lapar, kami pesan makanan di warung makan, dan sambil menunggu makanan datang, saya beralih ke Playstore dan ternyata ada aplikasinya, jadi kami putuskan untuk main,” ucapnya.

Sudarmawan mengatakan terdakwa, yang menghadapi hukuman 10 tahun empat bulan penjara, akan dikenakan Pasal 303 KUHP karena berjudi. Dengan inovasi teknologi ini, masyarakat dapat memilih untuk mengelompokkan dan menggunakan aplikasi dengan baik, bukan menyalahgunakannya.

Sumber: suara.com

Animals

CHATTERIE DES LODYS : Site fermé

TOP WORLD CATS : Site fermé

TOP WORLD ANIMALS : Site fermé

HELLO LAURINE : Site fermé

CHATTERIE DU MONTAURIOL (British Shorthair) -> Nouvelle adresse -> http://www.montauriol.com

Pemuda Surabaya Asal Surabaya Ditangkap Polisi Akibat Kecanduan Judi Poker Online

Ditangkap Polisi Akibat Kecanduan Judi

Abu Heri, 29, warga Surabaya, tidak tahu polisi menangkapnya saat dia bermain poker internet di sebuah warung internet di Jalan Bronggalan, Zoroastrian.

Alhasil, Abu tak bisa kabur setelah polisi menemukannya berjudi di kasino poker di sebuah cafe pada Selasa malam (11/5/2019).

Kapolsek Kantik AKP Melissa Amalia mengatakan, Abu ditangkap setelah polisi mendapat informasi bahwa kafe itu sering dijadikan tempat judi online.

Kami telah melakukan investigasi dengan anggota yang menyamar sebagai pengunjung warnet tersebut. Para member langsung ditangkap begitu melihat sisi ruang judi,” jelas Melissa, Selasa (11/12/2019).

Saat diinterogasi, Abu mengaku sudah aktif bermain poker online selama setahun.

baca juga: Sibuk Merekap Kupon Togel, Seorang Bandar di Minahasa Dibekuk Polisi

Ia menyempatkan diri untuk menyelesaikan melihat-lihat kedai kopi untuk bermain judi online.

Hampir setiap kali setelah pulang kerja, saya selalu mengisi melepas lelah ke kafe. Setoran rata-rata berkisar antara Rs 50 dan Rs 100.000.”

Akibat perbuatannya itu, Abu kini ditahan di Mapolres Bubutan.

Sumber: surya.co.id