Timsus Maleo Polda Sulut yang dipimpin oleh Ipda Firman Rinaldi berhasil memboyong 5 pelaku permainan domino (Qiu-Qiu) di Karombasan Lingkungan IV, Kabupaten Wanea.

Satgas Pekat Gatarin Polres Lombok Timur dan anggota Polsek Sakra Barat menangkap lima pelaku pada Minggu di Dusun Kubur Nunggal, Desa Pengkelak Emas, Kecamatan Sakra Barat.

Masing-masing pelaku berinisial LM (49), MUS (45), UN (32), MH (30), dan SAT (39) adalah warga. Bersama mereka mereka mendapatkan Rp.2.380.000, 1 set kartu domino bekas, 8 set kartu domino pengganti, sepeda motor 3 pemain dan 1 tas Sabu ditemukan di dompet salah satunya.

Kapolsek Lombok Timur membenarkan penangkapan tersebut melalui Kasat Reskirm AKP I Made Yogi SIK. Dinyatakan, pelaku ditangkap saat bermain di teras rumah KE di Dusun Kubur Nunggal, Desa Pengkelak Emas, Kecamatan Sakra Qiu-Qiu Barat.

Saat itu, kata Kasat, pemain memainkan jenis permainan Qiu-Qiu dengan 1 set kartu domino dengan aturan setiap pemain dibagikan dua kartu dengan pemegang kartu bermata sembilan atau hampir sembilan kartu sebagai pemenang, kemudian yang kalah memberikan uangnya kepada mereka. Pemenangnya Rp 10.000 per babak.

Atas perbuatannya, pelaku dan barang bukti kemudian diajukan ke Polda Lombok Timur untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan untuk pemilik rumah, pengembangannya masih terus dilakukan. Karena yang bersangkutan kabur saat penangkapan berlangsung.

Berdasarkan informasi dan data, Timsus Maleo mendapat laporan dari masyarakat pada Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB bahwa aktivitas perjudian sedang berlangsung di sebuah restoran di Wanea Lingkungan IV.

Setelah Timsus Maleo mendapat informasi, ia langsung melakukan penyelidikan atas kebenaran perjudian tersebut. Setelah Timsu dari Maleo Unit 2 mengonfirmasi kebenaran tentang perjudian, ia langsung menuju TKP dan mengamankan orang-orang yang diduga bermain domino.

Selain itu, dengan bukti langsung yang ada di Polres Manado, pelaku telah melakukan tindakan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang disita yaitu uang sejumlah Rp 1.920.000,00 dan 7 bungkus kartu domino.

Katimsus Maleo Polda Sulut, Kompol Sebelumnya Tampanguma membenarkan penangkapan tersebut setelah dikonfirmasi. Kelima tersangka tersebut beserta barang bukti diamankan dan diserahkan ke Polres Manado untuk diproses lebih lanjut, pungkas Katim Kompol Prevly.

Selama pandemi virus Corona, masih ada orang yang berkumpul bahkan berjudi. Kasus ini terjadi di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekitar pukul 16.30, empat ibu digeledah dengan kartu di rumah warga di lingkungan Kampo Samporo, Kecamatan Bali 1, Dompu. Ada beberapa orang yang melarikan diri dari tempat itu ketika polisi menyerang mereka.

“Keempat tersangka perempuan itu sedang berjudi Qiu-Qiu. Para anggota membawa tersangka pelaku dan barang bukti untuk diamankan ke Polsek Dompu. Sementara itu, dua orang lagi berhasil melarikan diri,” kata petugas humas tersebut. . Kepolisian Dompu, Iptu Hudzaifah, kepada detikcom, Jumat (4 Maret 2020).

Polisi Dompu Menangkap 4 Ibu Judi Qiu Qiu (Dokumen Khusus)

2 orang melarikan diri (Doc. Special). Keempat wanita itu adalah ibu rumah tangga. Uang tunai Rp 410.000 diduga diamankan dari tangan mereka dengan uang mainan Qiu-Qiu.

Sementara itu, dua pria yang melarikan diri itu disebut-sebut sudah mengetahui kedatangan polisi. Keempat pelaku kemudian dibawa ke Polres Dompu untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Ada juga dua pasang kartu domino, tas pinggang, dompet dan matras untuk kamu mainkan,” kata Hudzaifah.

Empat penjudi Qiu Qiu ditangkap polisi di salah satu rumah pelaku di Dusun Sagena, Desa Libani, Distrik Belopa Utara, sekitar pukul 02.40 pada Rabu, 20 November 2019.

Keempat pelaku, yakni Muh Annur alias Sifa (23), Aswan Ahmad alias Abian (35), Risman alias Asra (34), dan Pawit Tiri alias Masdor (46).

Kapolsek Luwu AKP Faisal Syam mengatakan, mereka tertangkap basah sedang memainkan permainan qiu-qiu di rumah salah satu pelaku bernama Aswan Ahmad.

“Selain mengamankan pelaku, kami juga mendapat barang bukti berupa kartu domino, permen Kopiko sebagai pengganti uang, Rp 400.000 dan tiga buah ponsel,” kata Faisal.

Mereka, lanjut Faisal, menggunakan permen sebagai pengganti uang. Permen Kopiko dihargai Rp.5.000.

“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya. (Daging)